Contoh Sungkeman Bahasa Jawa Krama Hari Raya Idul Fitri | MUDA MUDI CONDROWANGSAN

Contoh Sungkeman Bahasa Jawa Krama Hari Raya Idul Fitri

Contoh Sungkeman Bahasa Jawa Krama Hari Raya Idul Fitri Sungkem kepada orang tua saat hari raya idul fitri atau lebaran merupakan salah satu ritual untuk memohon diampuni kesalahan kesalahan yang telah diperbuatnya. Berbagai bentuk ritual untuk minta maaf kepada orang lain ini dilakukan dengan berbagai macam cara dan gaya. Berbagai bentuk minta maaf dalam bahasa jawa kromo pun seringkali dilakukan kepada orang yang lebih tua seperti orang tua, kakek nenek atau lainnya.
Untuk adat jawa, biasanya dalam melakukan sungkem lebih terlihat sakral dengan ucapan dalam bahasa kromo inggil yang begitu sopan dan penuh akan makna. Untuk itu, berbagai macam ucapan sungkem saat saat hari raya lebaran idul fitri juga perlu anda pelajari agar tidak kebingungan dalam melafalkan nantinya.
Contoh Sungkeman Bahasa Jawa Krama Hari Raya Idul Fitri

Ada suatu adab tersendiri saat sedang sungkem, misalnya mengapit tangan dia dengan kedua tangan kita lalu merendah dengan jongkon didepan dia sambil menundukan kepala dan pengucapan yang penuh memelas. Ini semua demi terwujudnya rasa hikmat yang mengena.
Nah pada kesemapatan kali ini, saya ingin memberikan pembahasan mengenai berbagai jenis ucapan sungket saat lebaran dalam bahasa jawa. Memang memakai bahasa jawa itu tidak semudah orang yang bicarakan. Karena dalam bahasa jawa ada bahasa ngoko, kromo, kromo inggil, bahkan bahasa jawa sendiri setiap daerah pun berbeda beda. Jadi apabila seseorang memang sudah mahir mempelajari bahasa jawa, maka dia sebenarnya menguasai banyak bahasa berbeda.
Terlebih lagi sekarang anak jawa pun kebanyakan diajari bahasa Indonesia sejak kecil. Sehingga bahasa lahirnya sendiri tidaklah fasih, ngoko saja tidak bisa apalagi kromo. Ini banyak terjadi jika kita melihat realitas yang terjadi sekarang ini. Tanpa bahasa jawa ada didalam pengetahuan anak anak sekarang ini, mungkin saja suatu saat nanti bahasa jawa bisa punah.

Ucapan Sungkem Bahasa Jawa Lebaran

Berbagai ucapan sungkem bahasa jawa halus ini bersumber dari beberapa media lain dan juga dari pengalaman saya sendiri. Karena saya sejak kecil pasti saat bulan ramadan selalu keliling kampung door to door untuk minta uang, eh maksudnya minta maaf kepada orang lain biar hatinya kembali putih bersih.
Kalimat sungkem bahasa jawa idul fitri ini pun seringkali saya ucapkan pada waktu itu, nah untuk melihatnya seperti apa, silakan simak saja kelanjutannya.
Inilah beberapa kata-kata sungkem singkat yang bisa anda pakai saat lebaran idul fitri setelah sebulan puasa nantinya. Ucapan sungkem lebaran bahasa jawa kromo ini pun mudah dipahami oleh saya yang merupakan orang Banyumasan yang ngapak. Anda bisa menyesuaikan dengan daerah Anda sendiri. Karena bahasa kromo sebenarnya tak terlalu banyak perbedaan, berbeda dengan bahasa ngoko ditiap daerah memiliki ciri khas, ada yang kasar, halus, ataupun begitu lembut.
Anda dapat menghafalkan teks sungkeman lebaran bahasa jawa ini agar saat dilafalkan saat hari raya begitu fasih.

Versi singkat dan mudah diucapkan:

“Kulo ngaturaken sugeng riyadi lan nyuwun pangapunten dumatheng sedoyo kelepatanipun lan klenta klentinipun kulo.”
Artinya: Saya ucapkan selamat hari raya, dan minta maaf dari semua kesalahan dan kekeliruan saya.
Bagi kamu yang pengin ada tambahan, silakan tambahkan beberapa catatan kecil berikut diawal atau diakhir ucapan diatas:
“Taqoballohu minna wamingkum,”
Yang artinya semoga Allah menerima amal ibadah kita semua
Atau seperti ini…..
“Allohummaghfirlana,”
Artinya: Semoga Allah memaafkan kita.
Ditambah ini juga lebih baik:
“Minal aidzin wal faidzin.”
Itu terlalu singkat? Yang memang ucapan itu khusus untuk anda mungkin yang masih remaja, atau belum terlalu fasih melafalkan kata kata tersebut. Nah kalimat dibawah ini setidaknya bisa diterapkan untuk kalian yang udah merasa dewasa.
Bissmilahirrohmanirohim
Sholawat…. (Allahuma Solliala sayidina Muhammad wangala Ali sayyidina Muhammad) atau sholawat sesuai yang sering anda ucapkan.
Kulo mriki sowan dateng ngarsanipun bapak/ibu/mbah
Sepindah kulo tuwi lan silaturrahmi kangge paseduluran sesami tiyang muslim
Kaping kalih kulo nyuwun pandonganipun bapak/ibu/mbah
Lan ingkang kaping tigonipun kulo nyuwun pangapunten seagengipun samodra pangaksami dhateng sedaya klenta klentunipun lampah kulo tumindak lan anggene kulo matur ingkang kulo jarag nopo dene mboten dipun jareg.
Semanten niko kulo nyuwun mugi mugi saged ndadosaken penggalihipun panjenengan lan manahnipun kulo tentrem.
Lan ingkang ugo kito suwun suwun, mugi ibadah kulo lan panjengengan saged ketampi ing ngarsane gusti Allah SWT lan mugi Allah kersa maringi pangapunten dumateng sedaya kelepatan kito sedoyo.

Itulah yang agak panjangan. Perlu pakai arti? Inilah artinya dalam bahasa Indonesia untuk ucapan bahasa jawa di atas.
Saya bertamu ke rumah bapak/ibu/mbah
Pertama tama saya sillaturahmi untuk memperat persaudaraan sesama orang muslim
Keduanya saya minta doa dari bapak/ibu/mbah
Dan yang ketiganya saya minta maaf yang sebesar besarnya (sebesar samudra) terhadap segala kekeliruan saya dari setiap langkah perilaku saya dan dari ucapan saya baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Semua itu saya minta semoga bisa menjadikan hmanahmu dan hmanahku tentram.
Dan yang juga saya minta, semoga ibadah saya dan Anda diterima di sisi Alah dan semoga Dia memberikan ampunan bagi kita semua.
Biasanya, penerima ucapan sungkem tersebut menjawab seperti ini dengan memakai bahasa jawa ngoko karena mereka lebih tua, mereka menjawab kepada orang yang sedang bersimpuh duduk dan bersalam seperti ini:
“Aku dadi wong tuwa ya semono uga akeh salah lan luput. Aku ngapurani kabeh klera kleru mu tapi aku uga njaluk ngapura. Muga muga Gusti Pangeran pangestoni apura apurane dewek.”
Ada lagi?
Ada nih, beberapa alternatif ucapan sungkem saat lebaran dalam bahasa jawa yang bisa anda ucapkan.
Sholawat…
Kulo tiyang enem mbok bilih katah klenta klentu anggene kulo matur lan tindak ingkang ndadosaken penggalihipun panjengenan ingkang langkung sepuh mboten sekeco, kulo aturi ngapunten seagengipun dhateng sedaya kelepatan menika wau.
Gimana, mau nambah lagi, ini ada lagi. Silakan simak.
“Kulo ngaturaken sembah ngabekti dhateng panjenengan, ugi nyuwun pangapunten ing sadeleme manah dumateng sedaya agengipun kelepatanipun tindak tanduk ingkang katingal menapa mboten katingal. Mugi mugi Allah nglebur dosa kulo lan panjenengan ing dinten riyaya meniko.”
saya kira yang terakihir itu tak perlu diartikan lagi sepertinya anda sudah paham bukan? karena sebenarnya makna dan artinya gak jauh beda dengan yang sebelumnya, cuma beda pelafalan saja.

Sungkeman adalah tradisi yang cukup kental di tanah jawa. Sungkeman menggambarkan suatu pengabdian dan bakti anak kepada orang tua. Biasanya sungkeman dilakukan pada saat hari Raya Idul Fitri. Sungkeman juga dilakukan pada saat acara pernikahan.
Sungkeman dilakukan anak kepada orang tua atau yang dituakan. Sang anak bersalaman dengan posisi bersimpuh di depan oarang tua dengan memohon maaf dan doa restu bagi sang anak. Kemudian akan dibalas dengan jawaban dari orang tua yang memaafkan dan mendoakan yang terbaik bagi sana anak.
Nah, itulah sekilas tentang tradisi sungkeman yang sudah ada secara turun temurun di jawa.
Walaupun lebaran masih lama namun kali ini Saya akan membahas tentang sungkeman.
Karena Saya orang jawa otomatis bahasa yang digunakan pada saat sungkeman adalah bahasa jawa halus. Untuk kalian yang juga berasal dari suku jawa sebaiknya baca artikel ini sampai habis supaya acara sungkeman dengan orang tua kalian besok dapat berlangsung dengan lancar.
Biasanya sungkeman pada saat lebaran menggunakan bahasa jawa yang halus. Tidak mungkin dengan bahasa jawa yang seadaanya atau bahasa yang ngoko karena kurang sopan dan kurang enak didengar.
Masalahnya pemuda pemudi jaman sekarang sangat sedikit sekali yang mampu berbahasa jawa yang halus.
Saya pun mengakui kemampuan bahasa jawa halus Saya jauh dari kata sempurna.
Ini kalimat sungkeman dengan bahasa jawa yang paling mudah
Ngaturaken sugeng riyadi sedoyo lepat nyuwun pangapunten
Helooow … itu sih anak kecil juga bisa.
Kali ini saya ingin share  bagaimana sungkeman dengan bahasa jawa halus. Nanti kalian hafalkan ya buat dipraktekin pas lebaran. Mumpung waktu masih lama, jadi masih bisa banyak buat latihan hehehe..
Kalimat Sungkeman Dengan Bahasa Jawa Halus
Ini contoh kalimat sungkeman dengan bahasa jawa halus
Kula sowan wonten ing ngarsanipun Ibu
Sepisan, caos sembah pangabekti
mugi katur ing ngarsanipun Ibu
Ongko kalih, mbok bilih wonten klenta-klentunipun
atur kula saklimah
tuwin lampah kula satindak
ingkang kula jarag lan mboten kula jarag
ingkang mboten ndadosaken sarjuning panggalih
Mugi Ibu kersa maringi gunging
samodra pangaksami
Kula suwun kaleburna ing dinten riyadi punika
Lan ingkeng putra nyuwun
berkah saha pangestu

Kata ibu nanti bisa kalian ganti dengan bapak, pakde, budhe, dll .. tergantung dengan siapa kamu sungkeman.
Setelah itu kemudian orang tua memberikan jawaban kurang lebihnya seperti ini

Semono uga aku, wong tuwa
uga akeh klera-klerune
Kowe uga ngagungna pangapura
Ora luwih, kowe bisaa
kabul kang dadi ancas
lan dadi gegayuhanmu
Ora luwih, aku wong tuwa
mung bisa ndedonga marang Pangeran
Iya, kowe dak pangestoni

Demikianlah pembahasan mengenai ucapan minta maaf dalam bahasa jawa. Semoga contoh kata sungkem dalam bahasa jawa kromo tersebut bermanfaat buat kita semua. Walau hanya berbentuk kalimat dan dengan artinya yang terbatas, setidaknya anda bisa sedikit punya gambaran akan hal tersebut.Selesailah acara sungkeman. Jangan lupa ucapkan terima kasih dalam bahasa jawa, “matur sembah nuwun”.


Nah, itu lah tadi kalimat sungkeman dalam bahasa jawa halus yang bisa kalian gunakan besok pada saat lebaran. Cukup sekian ya, .. kalo kalian ada contoh kalimat sungkem dengan bahasa jawa versi lain boleh dong di share melalui kolom kentar dibawah ini.
Thanks buat yang udah baca, jangan lupa share. 

2 Responses to "Contoh Sungkeman Bahasa Jawa Krama Hari Raya Idul Fitri"