Contoh Karangan Cerita Pengalaman Liburan Sekolah | MUDA MUDI CONDROWANGSAN

Contoh Karangan Cerita Pengalaman Liburan Sekolah

Contoh Karangan Cerita Pengalaman Liburan Sekolah - Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa contoh untuk pembuatan karangan singkat mengenai cerita pengalaman saat libur sekolah buat adik adikku semuanya yang sedang di berikan pr untuk karangan cerita di saat libur sekolah. Sebenarnya di google sudah banyak sekali contoh karangan bebas yang judulnya diantara karangan liburan sekolah singkat , contoh karangan liburan sekolah ke pantai , contoh, pengalaman liburan singkat, contoh karangan bebas tentang liburan sekolah, contoh karangan liburan sekolah di rumah, contoh pengalaman liburan ke pantai, contoh karangan liburan bersama keluarga, karangan liburan sekolah ke rumah nenek.

Dari judul judul karangan cerita diatas memang sudah banyak sekali kita jumpai, namun lebih baik adik adik membuat jenis karangan yang agak berbeda dengan lainnya. Misalnya tulislah karangan pengalaman nyatamu di hari libur sekolah kalian, pastinya akan lebih menarik lagi.

Kami disini hanya memberikan sebuah contoh karangan cerita aja, jadi langsung saja simak beberapa judul dibawah ini untuk dapat di jadikan sebagai contoh ataupun refrensi dalam penulisan karangan cerita yang sesungguhnya.

Contoh Karangan Cerita Pengalaman Liburan Sekolah


Contoh Karangan Bebas Liburan Sekolah 1

Berlibur kerumah nenek

Liburan sekolah merupakan hari-hari yang sangat aku tunggu setiap 6 bulan sekali. Aku sangat gembira ketika liburan datang karena aku dapat mengunjungi nenek ku di desa. Aku memang sudah terbiasa setiap liburan sekolah aku memilih untuk menemani nenek ku. Hari itu adalah hari minggu setelah hari sabtunya aku bagi rapor sekolah aku langsung pergi kerumah nenek bersama ayahku. Ibu tidak ikut karena adik sedang sakit waktu itu sehingga aku dan ayahku pergi berdua saja. Rumahku dan rumah nenek ku cukup jauh sekali sekitar 7 jam perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi. Aku sangat menikmati perjalanan dengan hutan yang rimbun dan jalanan yang berliku-liku khas pegunungan. Ayahku pun terlihat senang dapat menemaniku pergi kerumah nenek. Namun diperjalanan aku mendapatkan kendala karena mobilku ternyata mengalami pecah ban dan terpaksa ayahku harus mengganti ban terlebih dahulu sebelum bisa melanjutnkan perjalanan. Waktu yang seharusnya ditempuh hanya 7 jam tetapi karena ada kendala dalam perjalanan maka waktu yang ditempuh menjadi 8 jam dan terlihat dari wajah ayah yang tadinya gembira menjadi lelah sekali. Ya wajar saja perjalanan yang sangat jauh dan ayah hanya menyetir sendiri. Tetapi aku tetap menghibur ayah dalam perjalanan hingga tak terasa pukul 9 malam akhirnya aku tiba dirumah nenek.

Malam itu ternyata nenek belum tidur karena dia menunggu kedatanganku. Kagetnya lagi ternyata nenek telah memasakan aku makanan kesukaanku dan ayahku yaitu kepiting yang di campur dengan saus khas buatan nenek. Daerah nenek memang terletak di pesisir pantai sehingga sangat mudah mendapatkan kepiting. Aku dan ayahku yang tadinya sangat lelah menjadi bersemangat kembali ketika melihat senyum nenek ku dan ditambah lagi dengan hidangan yang ia masak untuk kami. Aku jadi terharu ketika melihat nenek agak susah berjalan karena asam uratnya. Setelah selesai makan, aku pun mengobrol-ngobrol dengan nenek ku untuk sekedar melepas kerinduanku selama 6 bulan tak bertemu. Ayahku sudah tertidur mungkin karena ia lelah sekali. Aku memang cucu kesayangan nenek ku, ya wajar saja karena aku memang cucu pertamanya. Malam itu nenek menceritakan banyak hal sampai-sampai aku tak sadar bahwa aku telah tertidur di kamar nenek ku. Dalam hatiku maaf ya nek aku lelah sekali. 

Tak terasa telah pagi, ketika aku bangun ternyata nenek telah membuatkan ku sarapan dan ayahku sudah entah kemana, mungkin ia main ke tempat teman lamanya. Aku pun lekas menyantap sarapan dan pergi kepinggir pantai dengan Edo, anak sepantaranku yang juga tetangga samping rumah nenek. Aku bermain di pantai hingga aku lupa waktu ternyata sudah pukul 11 siang dan aku pun harus kembali kerumah jika tidak nenek akan marah padaku. Pada hari itu aku hanya menghabiskan waktuku di sekitar rumah nenek saja sembari menemani nenek. Hari-hari pertamaku disana aku habiskan untuk membantu nenek sehingga ia bisa bersantai dirumah. 

Setelah hari kelima ku disana, aku dan ayahku memutuskan untuk mengajak nenek menuju kekota terdekat sekaligus mengajak nenek jalan-jalan agar ia tak jenuh. Aku memang sengaja mengajak nenek ke kota karena aku kasihan melihat nenek yang setiap harinya dihabiskan hanya dirumah. Nenek sangat senang ketika aku mengajaknya ke kota dan membelikannya pakaian, selendang, dan sebagainya. Aku senang melihat nenek tersenyum begitupun dengan ayahku. Hingga sore pun tiba dan akhirnya kami pun pulang kerumah nenek. Sepulang dirumah aku pun langsung tertidur karena memang lelah sekali. Namun meskipun aku lelah tetapi aku tetap senang melihat nenek ku tersenyum bahagia.

Hari ketujuh aku disana merupakan hari terakhirku liburan dirumah nenek. Sebenarnya aku masih betah berlama-lama dirumah nenek untuk menemaninya tetapi waktu memang tak memungkinkan. Meskipun aku masih memiliki libur sekolah, tetapi ayah sudah harus masuk bekerja karena hari cutinya hanya seminggu saja. Nenek sebenarnya sudah aku ajak untuk tinggal dirumahku, namun ia menolak karena ingin di desa saja yang nyaman dan tenang, katanya sih orang tua malah akan stres jika hidup di kota karena sangat ramai. Padahal ya rumahku tidak ramai karena rumahku terletak di komplek. Namun apa daya bujukanku tetap tak berhasil. Hari itu aku sangat sedih dan malam harinya aku dan ayahku pulang menuju kerumah.

Contoh Karangan Bebas Liburan Sekolah 2

Liburan di Lampung

Tak terasa hari liburan yang sangat ditunggu-tunggu telah tiba. Aku dan kelima temanku yaitu Budi, Dewi, Miko, Mila dan Adi memutuskan untuk berlibur ke Lampung. Mungkin agak aneh kedengarannya tetapi setelah kami menghitung-hitung dan memilah-milah akhirnya kami tentukan bahwa Lampung adalah destinasi kami untuk liburan sekolah tahun ini. Kami memang sudah lama merencanakan liburan sudah lebih dari 1 bulan dan kami telah mencari informasi sedetil mungkin tentang objek wisata di Lampung. Akhirnya kami pun menentukan mikro destinasi wisata kami yaitu Pulau Pahawang, Pantai Teluk Kiluan dan Pantai Krui. Kami menentukan ketiga tempat tersebut secara berurutan dari yang terdekat hingga yang paling jauh. Kami juga telah mempersiapkan semuanya secara matang dan kami pun menggunakan mobil pribadi jadi dapat menghemat waktu meskipun biaya yang dikeluarkan sedikit lebih banyak.

Harinya pun tiba, kami berkumpul di rumah Miko karena mobil dialah yang kami gunakan karena selain luas mobilnya pun cukup nyaman dan dapat menyesuaikan dengan trek yang sulit. Kami berangkat pukul 7 pagi dari Bandung. Perjalanan kami mulai dengan suka cita dan kami sangat bersemangat. Namun perjalanan memang sangat jauh sekitar 10 jam dari Bandung. Sampai setengah perjalanan kami pun mulai lelah bercanda ria akhirnya satu persatu dari kami tertidur. Ketika naik kapal kami pun dibangunkan Miko karena dia yang menyetir. Kami berada di kapal pukul 2 siang dan panas terik memang saat itu sehingga kami memilih untuk istirahat di tempat VIP. Perjalanan dari Merak menuju Bakauhueni selama 3 jam dan akhirnya kapal menyandar di Dermaga III. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Kota Bandar Lampung. Jarak dari Bakauhueni ke Kota Bandar Lampung sekitar 3-4 jam dengan perjalanan santai. Akhirnya kami sampai di Bandar Lampung pukul 8 malam malam diluar dugaan kami terlalu lama diperjalanan hingga 13 jam. Kami langsung menginap di rumah Neneknya Budi di Kota Bandar Lampung dan kami pun beristirahat untuk memulai perjalanan hari esok ke objek wisata pulau pahawang.

Pagi pun tiba, aku dan teman-temanku bersiap  untuk melanjutkan perjalanan menuju pulau pahawang yang jaraknya tak terlalu jauh dari Bandar Lampung hanya sekitar 2 jam saja jika ditempuh dengan santai. Kami berangkat pukul 7 dari tempat neneknya Budi dan kami pun bersiap untuk bersenang-senang. Kami pun sampai di Dermaga yang akan menuju pulau pahawang dengan menggunakan perahu getek. Miko pun memarkirkan mobilnya ke tempat pemilik perahu. Setelah kami turun, kami menego harga dan akhirnya harganya sesuai yang kami perkirakan yaitu 500 ribu untuk 5 orang dari pagi hingga sore. Kami pun mendapatkan perlengkapan snorkling dan lengkap dengan kamera under water meskipun kami juga telah membawanya. Perjalanan dari Dermaga menuju pulau pahawang besar memakan waktu sekitar 45 menit. Perjalanan memang tak terasa karena kami memang sangat bersemangat di perahu. Kami menghabiskan waktu dengan berfoto ria dan bercanda ria hingga tak terasa perahu sudah mau merapat. Kami pun bersenang-senang disana, serasa seperti pulau pribadi karena hari itu memang tak ada yang berlibur disana. Pasir putih yang luas dan pantai yang jernih semakin membuat kami bersemangat. Aku langsung snorkling untuk merasakan dunia bawah air Pulau Pahawang yang terkenal itu. Sungguh mengagumkan, karang dan ikan kecil warna-warni memang hidup tentram di sini. Aku pun rasanya ingin berlama-lama disini dan tak mau pulang. Hari itu sangat cerah sekali sesuai perkiraan kami. Setelah bersenang-senang di Pulau Pahawang akhirnya kami pun pulang dengan oleh-oleh foto yang akan kami pamerkan ke teman-teman sekolah ketika kami pulang nanti. Hari itu kami menginap di Villa yang terdapat di perumahan warga. Kami pun beristirahat hari itu untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Teluk Kiluan esok hari.

Hari pun tiba, kami bersiap melanjutkan perjalanan ke teluk kiluan yang jaraknya pun tak terlalu jauh sekitar 2 jam dari sini. Kami pun kembali bersemangat dan kembali bercanda ria di perjalanan. Hari itu terlihat seperti hari-hari biasa tak terlihat kelelahan di wajah kami padahal kami sudah menghabiskan tenaga kami selama 3 hari ini. Kami pun akhirnya sampai di Teluk Kiluan pada pukul 11 Pagi. Pantai disini tak kalah cantik dengan pantai di Pulau Pahawang. Hanya saja yang spesial disini adalah pemandangan lumba-lumba yang cukup jarang sekali. Untuk melihat lumba-lumba kami harus menunggu hingga sore karena menunggu waktu lumba-lumba muncul kepermukaan. Selain itu, untuk melihat lumba-lumba kami harus menggunakan perahu milik nelayan dan membayar ongkos perjalanan sebanyak 400 ribu rupiah. Kami pun sangat menikmati perjalanan itu dan akhirnya momen yang ditunggu-tunggu tiba, lumba-lumba terlihat meloncat-loncat dipermukaan hingga membuat kami terkaget-kaget seakan mereka menyadari kehadiran kami. Kami pun tak melupakan untuk mengabadikan momen itu. Hingga akhirnya waktu semakin sore akhirnya kami memutuskan untuk kembali kepantai dan bermalam di penginapan pinggir pantai. Kami pun beristirahat malam itu, dan kami pun memutuskan untuk kembali kebandung esok sore karena memang uang kami sudah habis dan persediaan makanan sudah habis. Keesokan harinya kami pun pulang ke Bandung dengan membawa pengalaman yang tak terlupakan akan kekayaan ciptaan tuhan.


Liburanku di Rumah Paman

Pada liburan kenaikan kelas yang lalu, aku berlibur ke rumah pamanku yang ada di kawasan pucak Bogor. Aku sengaja memilih rumah paman karena aku sudah bosan dengan liburan di kota dan aku ingin mencoba liburan dengan suasana yang baru, kebetulan pamanku tinggal di desa yang masih sangat alami dan jauh dari polusi. 

Aku sangat menikmati liburanku kali ini dengan melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan seperti membajak sawah, memetik daun teh, bermain bersama anak – anak desa dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak kegiatan yang aku jalani di sana, memetik daun teh dan bermain dengan anak – anak desa adalah pengalaman yang sangat berkesan bagiku. 

Pada saat itu, aku tengah bersantai di depan teras rumah, tiba – tiba Budi, keponakanku mengajak aku bermain bersamanya. Aku pun mengikutinya menuju sebuah lapangan tidak jauh dari rumah paman. Setelah sampai, aku diperkenalkan oleh teman – temannya, mereka adalah Shinta, Reza, Doni, dan Ardi. Mereka sangat baik dan ramah, terbukti mereka mau mengajakku bermain pada saat itu. Aku pun sangat senang bisa mendapatkan teman baru.

Kemudian mereka mengajakku untuk pergi ke kebun teh yang ada di atas bukit. Karena aku tidak pernah melihat kebun teh sebelumnya, aku menyetujuinya. Kami pun segera menuju kebun itu bersama – sama. Sesampainnya di sana, aku sangat takjub dengan pemandangan yang aku lihat. 

Kebun teh yang lebar dan hijau menutupi perbukitan, ditambah lagi dengan pemandangan lembah yang turut mempercantik alam itu. Tiba – tiba Reza membangunkan aku dari lamunan dan memberiku sebuah karung. Pada awalnya aku tidak mengerti untuk apa karung itu, hingga akhirnya dia menjelaskan bahwa kita akan berlomba memetik daun teh. 

Aku pun menyanggupinya, seketika itu kami berpencar dan memetik dedaunan teh yang masih muda. Dengan cepat aku menerobos kebun yang padat itu dan memetik daun – daun yang masih muda. Namun, ketika aku masuk lebih dalam lagi, aku melihat sebuah ular yang sangat besar melintas di depannku.

Aku terjatuh dan menjerit karena ketakutan. Seumur hidup, aku baru melihat ular sebesar itu  berjalan di depanku. Mendengar aku menjerit semua teman – temanku menghampiriku. Mereka pun terkejut, tetapi tidak setakut yang aku rasakan saat itu. Akhirnya Budi dan Reza berusaha mengahalau ular itu dengan menggunakan kayu. Aku pun lega karena ular itu telah menjauh dan aku juga berterimakasih kepada mereka. 

Setelah itu kami pun menyudahi kegiatan memetik daun teh dan beristirahat sejenak di bawah pohon untuk melepas lelah. Pada saat itu mereka menertawaiku karena aku begitu ketakutan ketika melihat ular tadi. Aku pun ikut tertawa kecil. 

Beberapa saat kemudian, Reza mengajak kami semua untuk pergi ke Sungai. Kami pun setuju dan mengikutinya. Sesampainya di sana aku takjub karena airnya masih sangat jernih dan segar. Kami pun memutuskan untuk berenang. Kami semua melepas baju dan melompat dari atas tebing ke dalam sungai yang tidak begitu dalam. Kami pun besenang – senang saat itu. 

Ketika hari sudah semakin sore, kami memutuskan untuk kembali ke rumah. Aku dan Budi pun pulang bersama. Namun, sebelum kami berpisah mereka berjanji akan mengajakku ke sawah esok hari. Aku pun tidak sabar menunggu esok hari. Sungguh hari itu adalah hari yang sangat menyengkan bagiku karena aku mendapatkan teman dan pengalaman baru. 



CERITA LIBURAN SEKOLAH SEMESTER I

Liburan semester I sangatlah saya tunggu-tunggukan selama kelas IX.pasalnya selama saya duduk di kelas IX ini,saya terus-menerus belajar.Sebelun liburan para ibu/bapak guru mengingatkan smua siswa kelas IX untuk memanfaatkan masa liburan ini dengan belajar karena waktu kita hanya sebentar untuk menghadapi Ujian Nasional.


Liburan saya kemarin sangat sederhana.Saya hanya berada di rumah dan pergi main ke rumah teman2.Pada hari pertama sampai hari kelima saya berada di rumah.kegiatan saya seperti biasanya hanya lebih banyak meluangkan waktu untuk membantu orang tua.saya dan keluarga saya lebih senang menggunakan waktu liburan seperti ini dengan berkumpul keluarga.Di sana kita bisa bercanda tawa bersama dengan sepuasnya.Pasalnya pada hari kerja atau sekolah kita sekeluarga jarang untuk bercanda tawa sepuasnya.Meskipun hanya liburan di rumah saja saya sangat senang dan menikmati liburan kali ini.


Kemudian pada hari keenam dan ketujuh,saya pergi ke rumah teman2 untuk belajar bersama-sama.Setelah itu saya dan teman2 pergi bersepeda keliling daerah bangsal untuk mencari hal yang baru.Setelah capek bersapada kita mampir ke rumah teman saya yang bernama kholifah untuk melepas dahaga karena seharian bersepeda.Setalah itu saya pulang ke rumah.Saya terkejut,karena adik saya sakit panas setelah pulang liburan di rumah bibi.Badanya panas sekali dan semua anggota keluarga saya panik dengan keadaan adik saya.Tetapi tidak lama hanya satu hari saja adik saya sudah sembuh dari sakit panasnya.


Demikian Cerita pendek dari pengalaman saya waktu liburan.Meskipun hanya liburan di rumah dan pergi ke runah teman2 saya sangat senang dan menikmati waktu liburan saya yang hanya singkat ini.


nama:tin rizky hardiyanti
absen:39
kelas:IX-E


CERITA Liburan di Rumah
          
Hai kawan kawan, sekarang, aku mau certain liburan semester di rumah. Minggu pertama liburan, kegiatanya itu itu aja. Pagi pagi lari pagi, terus sarapan dan main komputer, biasanya game online sampai jam 10, mandi deh. Abis mandi, main lagi sampai siangan, terus Sholat Dzuhur dan Makan siang. Sorenya masih main, terus jam 4 ngaji sama guru ngaji yang datang di rumah, terus sholat aashar, Jam 5 mandi. Abis mandi main lagi sampai maghrib. Biasanya disuruh sholat maghrib di masjid sama ibu. Abis sholat maghrib main terus makan malam, dan sholat isya di mesjid lagi. Abis isya kalo nggak main, nonton TV, apalagi kalo ada siaran bola sampai malam. Kalo udah jam 11 malem, baru deh disuruh tidur.
           
Besoknya, hari selasa kegiatanya agak beda. Soalnya abis sarapan diajak pergi sama mama ke Grand Bekasi Mall di bekasi. Di mall sih Cuma nemenin adek main di timezone sama temenin mama belanja, Cape juga sih, soalnya adek aku ribut dan energetic banget.  Abis itu makan dan pulang. Abis pulang, main computer lagi dan ngerjain kegiatan kaya kemarin.
           
Besoknya, hari rabu kegiatanya sama, Cuma malemnya diajakin pergi lagi ke Buaran plaza, Cuma nemenin belanja di carefour, terus makan dan pulang. Abis pulang, main sampai malem terus tidur.
            
Hari Kamis dan Jum’at kegiatanya buasa, Bedanya hari Jum’at ada pengambilan raport. Aku sih ga ikut, cumin papa aku.  Pas malem, papa pulang sambil bawa raport, pas diliat raportnya lumayan. Rata-ratanya juga bagus sih, 88,3.          
           
Hari sabtu dan minggunya, di rumah. Sabtu sore, saudara dari papa dateng. Aku sih tetep main, baru pas disuruh mama salaman baru diajak ngobrol. Abis sodara pulang, main lagi. Hari minggunya kegiatanya sama seperti kemarin kemarin. Yang beda, pagi paginya temen SD dateng. Biasa, pas temen dateng ya main game bareng sampai siang. Siangnya, kira kira jam 2 dia pulang. Sebenernya, aku  bingung masuknya tanggal 2 atau 9, jadi nanya temen temen lewat FB. Liburan di rumah minggu pertama menurut aku sih ga terlalu boring, karena kadang kadang jalan jalan, sama game komputer aku juga seru.

Minggu kedua, ga terlalu beda sama minggu sebelumnya sih, cuma hari kamis agak spesial buat aku, abisnya pas lagi jalan jalan ke Metropolitan Mall ditawarin beli lappy baru sama papa. Dari dulu emang udah kepengin, cuma baru dibeliin sekarang. Terus ya abis itu seperti biasa, main sampai malem. Hari minggunya agak bingung, di FB temen temen pada bilang hari senin libur. Daripada ragu-ragu berangkat atau nggak, pagginya papa nelpon wali kelas aku, Pak Yusuf. Ternyata beneran seninnya libur, jadi bisa santai sehari lagi. Ya itu sedikit cerita tentang pengalaman liburan di rumah, ga terlalu bĂȘte menurut aku.

REFERENSI: http://anditama17.blogspot.co.id

Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Contoh Karangan Cerita Pengalaman Liburan Sekolah dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya. Dan jangan lupa share buat temannya di facebook ataupun media social lainnya. 

Sumber : bimbelbahasaindonesia.com dan prbahasaindonesia.com

0 Response to "Contoh Karangan Cerita Pengalaman Liburan Sekolah"

Post a Comment